Lompat ke konten

13 Pohon Buah Yang Cocok Di Depan Rumah & Cara Menanamnya

Agro Sejahtera

Share

WhatsApp
Facebook
Twitter
Telegram
LinkedIn
Pinterest

Menanam pohon buah di teras pekarangan rumah adalah sebuah langkah yang sangat bernilai di era modern ini. Ini adalah tindakan yang memberikan sejumlah manfaat bagi kita dan lingkungan sekitar.

Pertama-tama, pohon buah membantu menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat. Saat melakukan fotosintesis, pohon ini menyerap karbon dioksida dari udara dan menghasilkan oksigen, yang membantu mengurangi polusi udara di sekitar rumah kita.

Selain itu, pohon buah juga membantu mengontrol aliran air hujan, mengurangi risiko banjir, dan mempertahankan keseimbangan ekosistem lokal.

Ini juga dapat meningkatkan keberagaman ekosistem dengan menarik berbagai jenis hewan, seperti burung dan serangga, yang akan membantu menjaga keseimbangan alami.

Selain manfaat lingkungan, menanam pohon buah di halaman rumah juga memiliki aspek praktis.

Anda dapat memetik buah segar langsung dari pohon, yang selain menyediakan makanan segar untuk keluarga Anda, juga membantu mengurangi jejak karbon yang dihasilkan oleh transportasi makanan dari jarak jauh.

Selain itu, ini juga merupakan kesempatan edukasi yang bagus, terutama untuk anak-anak. Mereka dapat belajar tentang siklus hidup tanaman, bagaimana merawat lingkungan, dan pentingnya menjaga alam.

Pohon buah rumahan juga memberikan keindahan visual pada teras pekarangan Anda dengan musim berbunga dan berbuah yang menakjubkan.

Pohon buah rumahan : Pohon Mangga · Pohon Belimbing · Pohon Delima · Pohon Jambu Air · Pohon Jambu Biji · Pohon Jeruk · Pohon Kedondong dan lainnya.

Terakhir, menanam pohon buah juga merupakan kontribusi kecil namun berarti dalam mengatasi masalah perubahan iklim global.

Pohon-pohon ini membantu menyerap karbon dioksida dari udara, yang merupakan langkah penting dalam mengurangi pemanasan global.

Berikut ini penjelasan lengkap pohon buah apa saja yang cocok untuk di tanam di teras rumah.

  1. Pohon Mangga
  2. Pohon Belimbing
  3. Pohon Delima
  4. Pohon Jambu Air
  5. Pohon Jambu Biji
  6. Pohon Jeruk
  7. Pohon Kedondong
  8. Pohon Kelengkeng
  9. Pohon Nangka
  10. Pohon Rambutan
  11. Pohon Sawo
  12. Pohon Sirkaya
  13. Pohon Sirsak

1. Pohon Mangga

Tanaman mangga dapat ditemukan di berbagai lokasi, baik di perkotaan maupun di pedesaan. Mangga memiliki kecenderungan untuk berbuah secara rutin dan dapat berbuah dengan mudah, bahkan di luar musim.

Pohon mangga memiliki batang yang tegak dan tumbuh dengan banyak cabang serta menyediakan naungan seperti payung. Buahnya memiliki ukuran yang relatif besar dan bisa berbentuk bulat hingga lonjong.

Benihnya besar dan datar, terbungkus dalam daging buah yang tebal, lembut, dan memiliki rasa yang enak.

Buah mangga yang matang memiliki berbagai warna, seperti kuning, merah, atau bahkan hijau kebiruan, dan memiliki aroma yang harum.

Rasa daging buahnya bisa bervariasi dari masam hingga manis, tergantung pada jenis dan varietasnya.

Selain dinikmati saat sudah matang, buah mangga juga sering disantap bersama sambal rujak saat masih agak masam dan segar.

Cara Menanam Mangga Di Lahan Pekarangan Rumah

Sebaiknya, penanaman dilakukan pada pagi atau sore hari, baik pada awal musim hujan maupun menjelang akhir musim kemarau. Langkah-langkah penanaman adalah sebagai berikut:

a) Lubang tanam yang telah disiapkan perlu digali kembali, kemudian diberi taburan insektisida (Furadan) dengan dosis sekitar 10-20 gram atau 1-2 sendok makan per lubang tanam untuk mencegah gangguan rayap atau semut.

b) Polibag yang berisi bibit harus dirobek dengan pisau atau gunting, lalu bibit diambil dengan hati-hati untuk memastikan akarnya tidak mengalami kerusakan. Pastikan juga agar tanah dalam polibag tetap utuh.

c) Kemudian, masukkan bibit ke dalam lubang tanam hingga mencapai batas leher akar.

d) Timbun kembali bibit dengan menggunakan tanah yang telah digali sebelumnya, lalu padatkan tanah di sekitar bibit.

e) Untuk mendukung pertumbuhan tegak batang bibit, pasang ajir.

f) Langkah terakhir, siram bibit menggunakan gembor.

2. Pohon Belimbing

Buah belimbing atau star fruits sangat enak saat dimakan dalam keadaan segar karena rasanya yang manis dan tingginya kandungan air.

Bentuk buahnya berupa lonjong dengan panjang sekitar 15-20 cm dan diameter sekitar 10 cm. Saat matang, buah ini memiliki warna kuning yang agak merah dengan bagian tepi yang tetap hijau.

Belimbing tumbuh dalam jumlah yang melimpah di pohonnya, menciptakan pemandangan yang menarik. Oleh karena itu, tak mengherankan jika belimbing manis menjadi pilihan yang bagus untuk ditanam di pekarangan.

Tanaman belimbing manis mampu berbuah dengan melimpah sepanjang tahun, dan perawatannya relatif mudah.

Tanaman ini menyukai tempat yang terbuka dan mendapatkan cukup sinar matahari, namun juga bisa mentolerir naungan dengan tingkat penyinaran sekitar 45-50%.

Untuk pertumbuhan yang optimal, penting untuk menjaga agar angin tidak terlalu kencang, karena angin yang terlalu kuat dapat menyebabkan bunga atau buahnya gugur.

Cara Menanam Pohon Belimbing di Teras Rumah

Terdapat beberapa keunggulan dalam menanam di lahan pekarangan jika dibandingkan dengan menanam dalam pot, antara lain tidak perlu melakukan repotting, menghasilkan lebih banyak buah, dan dapat berfungsi sebagai tanaman peneduh.

Sama halnya dengan penanaman belimbing manis. Penanaman sebaiknya dilakukan pada pagi atau sore hari, baik pada awal musim hujan atau menjelang akhir musim kemarau. Berikut adalah langkah-langkah penanamannya:

a) Lubang tanam yang telah disiapkan perlu digali kembali, lalu taburkan insektisida (Furadan) dengan dosis sekitar 10-20 gram atau 1-2 sendok makan per lubang tanam untuk mencegah serangan rayap atau semut.

b) Keluarkan bibit dari polibag dengan hati-hati. Pastikan tanah dalam polibag tidak pecah. Untuk melakukannya, sobeklah terlebih dahulu polibag bibit dengan pisau atau gunting.

c) Setelah itu, masukkan bibit ke dalam lubang tanam hingga mencapai batas leher akar, lalu timbun dengan tanah yang telah digali sebelumnya dan padatkan.

d) Jika diperlukan, pasang ajir untuk menopang batang bibit agar tumbuh tegak.

e) Terakhir, siram bibit dengan menggunakan gembor.

3. Pohon Delima

Buah delima atau pomegranate memiliki cita rasa yang segar, dengan perpaduan antara manis yang menyegarkan dan sedikit rasa kelat.

Buah ini sering digunakan dalam persiapan rujakan untuk acara tujuh bulanan. Tanaman delima juga memiliki daya tarik estetis yang tak kalah dengan tanaman hias lainnya.

Pohonnya tumbuh dengan banyak cabang yang rimbun dan daun-daunnya kecil. Buah bulat hingga bundar bergantung dalam tandan-tandan buah yang menarik perhatian bagi yang memandangnya.

Buah delima muda biasanya memiliki warna hijau hingga kemerah-merahan. Saat menjadi lebih tua, warna buahnya akan bervariasi sesuai dengan jenisnya.

Perawatan tanaman ini relatif mudah, dan tanaman delima cenderung berbuah sepanjang waktu jika kondisi lingkungannya cocok.

Cara Menanam Pohon Delima

Penanaman sebaiknya dilaksanakan pada pagi atau sore hari, baik saat awal musim hujan atau menjelang akhir musim kemarau. Proses penanaman dapat dijelaskan sebagai berikut:

a) Lakukan penggalian kembali pada lubang tanam yang sudah disiapkan.

b) Taburkan insektisida (Furadan) pada lubang tanam untuk menghindari gangguan dari rayap atau semut, dengan dosis sekitar 10-20 gram atau setara dengan 1-2 sendok makan per lubang tanam.

c) Sobek polibag yang berisi bibit menggunakan pisau atau gunting, lalu dengan hati-hati keluarkan bibit tersebut, memastikan agar akarnya tidak mengalami kerusakan. Pastikan juga agar tanah dalam polibag tetap utuh.

d) Kemudian, masukkan bibit ke dalam lubang tanam hingga mencapai batas leher akar, lalu tutup kembali lubang dengan menggunakan tanah yang sebelumnya digali dan padatkan.

e) Apabila diperlukan, pasanglah ajir untuk menopang batang bibit sehingga tumbuh dengan tegak.

f) Akhirnya, siram bibit dengan menggunakan gembor.

4. Pohon Jambu Air

Tanaman jambu air memiliki kemampuan adaptasi yang sangat tinggi, sehingga dapat tumbuh baik di dataran rendah maupun dataran tinggi.

Tanaman ini mudah berbuah dan bisa ditanam di lahan ataupun dalam pot. Tampilannya yang penuh buah dengan warna-warna yang beragam, mulai dari merah muda hingga merah, hijau tua, dan putih bersih, selalu menarik perhatian para penggemarnya.

Daun jambu air lebar dengan ujung meruncing dan tersusun berpasangan di kedua sisi tangkai atau ranting. Kanopinya yang lebar seperti payung membuatnya cocok digunakan sebagai pohon peneduh.

Bunganya tersusun dalam bentuk malai. Buah jambu air berbentuk mirip bohlam lampu dengan daging buah yang lembut dan berair.

Rasanya bervariasi, meliputi rasa manis, masam, sepet, dan campuran dari berbagai nuansa tersebut.

Cara Menanam Pohon Jambu Air

Tanah yang cocok untuk pertumbuhan jambu air adalah tanah yang subur, mudah diolah, dan memiliki tingkat kandungan bahan organik yang tinggi.

Proses penanaman sebaiknya dilaksanakan pada pagi atau sore hari, baik saat awal musim hujan atau menjelang akhir musim kemarau. Berikut adalah langkah-langkah penanamannya:

a) Lakukan penggalian kembali pada lubang tanam yang telah disiapkan, lalu taburkan insektisida (Furadan) untuk menghindari gangguan dari rayap atau semut, dengan dosis sekitar 10-20 gram atau setara dengan 1-2 sendok makan per lubang tanam.

b) Hati-hati saat mengeluarkan bibit dari polibag. Upayakan agar tanah dalam polibag tetap utuh. Caranya, sobeklah terlebih dahulu polibag yang mengelilingi bibit dengan menggunakan pisau atau gunting.

c) Selanjutnya, masukkan bibit ke dalam lubang tanam hingga mencapai batas leher akarnya, lalu tutup kembali lubang dengan menggunakan tanah yang digali sebelumnya dan padatkan.

d) Jika diperlukan, pasang ajir untuk menopang batang bibit agar tumbuh dengan tegak.

e) Akhirnya, siram bibit dengan menggunakan gembor.

5. Pohon Jambu Biji

Buah jambu biji terlihat menggantung di antara dedaunan tanaman, memberikan pemandangan yang memikat di halaman.

Buahnya memiliki ukuran yang besar, kulitnya berwarna hijau, dan di dalamnya terdapat banyak biji keras. Rasa buahnya sangat manis dan segar ketika sudah matang.

Selain bisa dinikmati dalam kondisi segar, buah yang telah matang ini juga dapat diolah menjadi jus dan selai yang lezat.

Pohon jambu biji memiliki banyak cabang yang bercabang-cabang, meskipun tumbuhnya tidak selalu terarah. Cabang-cabangnya kuat dan tidak mudah patah, sementara akarnya juga kuat.

Tanaman ini dapat tumbuh di berbagai jenis tanah, namun akan mencapai pertumbuhan optimal jika ditanam di lingkungan yang sesuai.

Cara Menanam Pohon Jambu Biji

Tanaman jambu biji pada dasarnya mampu tumbuh di berbagai jenis tanah.

Meskipun yang paling ideal adalah pada tanah yang berpasir, gembur, dan mengandung banyak unsur organik, jambu biji juga dapat tumbuh di tanah yang liar dan berat.

Tingkat keasaman tanah (pH) yang diinginkan adalah antara 6 hingga 6,5. Untuk penanaman di pekarangan, sebaiknya dilakukan pada pagi atau sore hari, baik pada awal musim hujan atau menjelang akhir musim kemarau. Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:

a) Lubang tanam yang telah disiapkan perlu digali kembali, lalu taburkan insektisida (Furadan) dengan dosis sekitar 10-20 gram atau setara dengan 1-2 sendok makan per lubang tanam untuk mencegah gangguan dari rayap atau semut.

b) Lepaskan polibag dari bibit menggunakan pisau atau gunting, lalu keluarkan bibit dengan hati-hati agar akarnya tidak mengalami kerusakan. Penting untuk menjaga agar tanah dalam polibag tetap utuh.

c) Selanjutnya, masukkan bibit ke dalam lubang tanam hingga mencapai batas leher akarnya, lalu tutup lubang dengan tanah yang sebelumnya digali dan padatkan.

d) Jika diperlukan, pasanglah ajir untuk menopang batang bibit sehingga dapat tumbuh tegak.

e) Akhirnya, siram bibit dengan menggunakan gembor.

6. Pohon Jeruk

Tanaman jeruk dapat ditemukan dengan mudah di seluruh dunia. Jeruk memiliki banyak variasi yang termasuk dalam enam genus yang berbeda.

Di antara genus-genus tersebut, yang paling terkenal adalah Citrus, Fortunella, dan Poncirus. Genus yang memiliki nilai komersial tinggi adalah Citrus.

Bentuk buah jeruk umumnya bulat atau mendekati bulat hingga lonjong, dan ukurannya cenderung agak besar.

Kulit buahnya dapat memiliki beragam warna, mulai dari hijau hingga kekuningan. Rasa buahnya pun sangat bervariasi, mulai dari yang manis hingga yang masam.

Karena kadar airnya tinggi, jeruk sering diolah menjadi jus. Buahnya yang bulat dan bergantungan dalam jumlah yang banyak memberikan tampilan yang menarik.

Tanaman jeruk memiliki cabang yang banyak dan keras, dengan pertumbuhan cabang yang bisa meluas secara horizontal hingga ke atas.

Daun-daunnya lebar, tebal, dan berdaging dengan aroma yang khas. Bunga jeruk umumnya berwarna putih atau kekuningan saat masih dalam bentuk kuncup, dengan kelopak yang membentuk cawan. Aroma harum dari bunga jeruk memiliki daya tarik bagi lebah.

Cara Menanam Pohon Jeruk

Tanaman jeruk memiliki kemampuan pertumbuhan yang baik di berbagai jenis tanah, mulai dari tanah lempung hingga lempung berpasir, dengan fraksi liat berkisar antara 7 hingga 27%, debu 25 hingga 50%, dan pasir kurang dari 50%.

Tanah yang cocok untuk tanaman jeruk harus memiliki kadar humus yang cukup, serta penyediaan air dan udara yang baik.

Tanah jenis andosol dan latosol sangat ideal untuk menanam jeruk. Tingkat keasaman tanah yang sesuai adalah antara 5,5 hingga 6,5.

Untuk penanaman, sebaiknya dilakukan pada pagi atau sore hari, baik saat musim hujan atau menjelang musim kemarau. Berikut adalah langkah-langkah penanamannya:

a) Lubang tanam yang telah disiapkan perlu digali kembali, lalu taburkan insektisida (Furadan) dengan dosis sekitar 10-20 gram atau setara dengan 1-2 sendok makan per lubang tanam untuk menghindari gangguan dari rayap atau semut.

b) Hati-hati saat mengeluarkan bibit dari polibag. Pastikan agar tanah dalam polibag tetap utuh. Cara melakukannya adalah dengan merobek polibag terlebih dahulu sekitar bibit menggunakan pisau atau gunting.

c) Selanjutnya, masukkan bibit ke dalam lubang tanam hingga mencapai batas leher akarnya, lalu tutup lubang dengan menggunakan tanah yang sebelumnya digali dan padatkan.

d) Jika perlu, pasanglah ajir untuk menopang batang bibit sehingga dapat tumbuh dengan tegak.

e) Akhirnya, siram bibit dengan menggunakan gembor.

7. Pohon Kedondong

Kedondong adalah jenis tanaman buah yang populer di Indonesia, dengan salah satu daerah penghasilnya seperti Karimunjawa (Jepara, Jawa Tengah), yang memiliki varietas kedondong bernama “karimunjaya.”

Saat ini, kedondong telah menyebar ke berbagai daerah tropis, dan memiliki banyak penggemar, baik di dalam negeri maupun di luar negeri.

Budidaya kedondong tidak terlalu rumit, dan tanaman ini mampu berbuah sepanjang tahun dengan persyaratan utama berupa paparan sinar matahari yang memadai dan curah hujan yang sedang.

Oleh karena itu, kedondong dapat ditanam baik di lahan maupun dalam pot. Buah kedondong berubah warna dari hijau saat masih muda menjadi hijau kekuningan saat sudah matang.

Rasa buahnya bervariasi, mulai dari yang masam segar hingga yang manis. Buah ini sering dimakan dalam kondisi segar dan sering digunakan sebagai bahan dalam pembuatan rujak.

Selain itu, daun muda kedondong juga dapat diolah menjadi lalapan.

Cara Menanam Pohon Kedondong

Berikut adalah langkah-langkah penanaman kedondong di lahan:

a) Lubang tanam yang telah disiapkan perlu digali kembali.

b) Taburkan insektisida (Furadan) sekitar 10-20 gram atau setara dengan 1-2 sendok makan ke dalam lubang tanam.

c) Hati-hati saat mengeluarkan bibit dari polibag. Gunakan pisau atau gunting untuk memotong polibag dan pastikan tanah di dalam polibag tetap utuh.

d) Selanjutnya, masukkan bibit ke dalam lubang tanam hingga mencapai batas leher akarnya, lalu tutup lubang dengan menggunakan tanah yang digali sebelumnya hingga batangnya berada di permukaan tanah, dan padatkan.

e) Jika diperlukan, pasang ajir untuk menopang batang bibit agar tumbuh dengan tegak.

f) Terakhir, siram bibit dengan menggunakan gembor.

8. Pohon Kelengkeng

Lengkeng merupakan tanaman dengan batang berjenis kayu keras yang memiliki batang berwarna kemerahan yang tumbuh dengan tinggi yang mencolok.

Batangnya memiliki banyak cabang yang menjalar secara mendatar dan rapat. Kanopi tanaman ini memiliki bentuk seperti payung dengan dedaunan yang lebat. Daun-daun lengkeng memiliki ukuran kecil, panjang, berujung runcing, dan berwarna hijau gelap.

Bunga lengkeng muncul di ujung-ujung ranting tanaman. Buahnya memiliki bentuk bulat dengan warna kulit yang cokelat.

Daging buah lengkeng berwarna putih bening, kaya akan air, memiliki aroma yang harum, dan rasa yang manis. Bijinya cukup kecil dengan warna yang cokelat kehitaman.

Tanaman ini pada awalnya sulit untuk berbuah di daerah dataran rendah yang memiliki iklim panas, namun saat ini telah berhasil beradaptasi dan menghasilkan buah dengan jumlah yang melimpah.

Penting untuk memilih varietas yang tepat, seperti varietas diamond river dan pingpong, yang memiliki produktivitas tinggi dan mampu tumbuh dengan baik di dataran rendah yang memiliki suhu tinggi.

Penyinaran matahari menjadi faktor yang krusial saat tanaman lengkeng berbuah. Jika paparan sinar matahari kurang, ini dapat menyebabkan penurunan produksi fotosintesis dan mengurangi produksi karbohidrat yang berfungsi sebagai sumber energi.

Kurangnya sinar matahari juga dapat menyebabkan tingkat kelembapan yang tinggi, yang dapat menjadi masalah karena lengkeng rentan terhadap kelembapan yang berlebihan.

Cara Menanam Pohon Kelengkeng

Di daerah dengan kelembapan tinggi dan berkelanjutan, tanaman lengkeng dapat mengalami pembusukan dan bahkan mati.

Inilah langkah-langkah untuk menanam bibit lengkeng di lahan pekarangan:

a) Persiapkan bibit tanaman lengkeng yang akan ditanam.

b) Gali kembali lubang tanam yang telah disiapkan, lalu taburkan insektisida (Furadan) ke dalam lubang tersebut dengan dosis sekitar 10-20 gram atau setara dengan 1-2 sendok makan per lubang tanam, ini bertujuan untuk mencegah gangguan dari rayap atau semut.

c) Dengan hati-hati, keluarkan bibit dari polibag dengan cara menyobeknya. Pastikan bahwa tanah di dalam polibag tetap utuh dan akar bibit tidak rusak.

d) Selanjutnya, masukkan bibit ke dalam lubang tanam hingga mencapai batas leher akarnya, lalu tutup lubang dengan menggunakan tanah yang digali sebelumnya dan padatkan.

e) Akhirnya, siram bibit menggunakan gembor untuk memberikan kelembaban yang dibutuhkan.

9. Pohon Nangka

Nangka merupakan jenis tanaman yang memiliki struktur batang yang keras, dengan cabang-cabangnya yang rimbun dan cenderung tumbuh miring ke atas.

Seluruh bagian dari pohon nangka menghasilkan getah, termasuk daun, batang, dan buah. Pada varietas nangka mini, buahnya cenderung memiliki kadar getah yang lebih rendah.

Tanaman ini juga memiliki tingkat pertumbuhan yang relatif cepat. Buah nangka memiliki bentuk bulat hingga lonjong, ukuran yang besar, dan mengandung banyak biji.

Biji-bijinya terbungkus dalam daging buah yang bervariasi dari tipis hingga tebal. Daging buahnya memiliki warna kuning merah, tekstur yang lembut, rasa yang manis, dan aroma yang khas.

Kulit buah nangka berduri dan tumpul, dengan warna hijau muda.

Pertumbuhan dan perkembangan tanaman nangka memerlukan paparan sinar matahari yang cukup, terutama untuk proses pembentukan bunga dan buah.

Selain itu, nangka juga membutuhkan curah hujan yang mencukupi, yaitu sekitar 1.500-2.500 mm per tahun. Kelembapan yang tinggi diharapkan dapat membantu mengurangi tingkat penguapan pada tanaman ini.

Cara Menanam Pohon Nangka

Langkah-langkah untuk menanam bibit lengkeng di lahan pekarangan adalah sebagai berikut:

a) Persiapkan lubang tanam dan bibit lengkeng. Untuk melakukannya, gali kembali lubang tanam yang telah disiapkan, lalu taburkan insektisida (Furadan) ke dalam lubang tersebut dengan dosis sekitar 10-20 gram atau setara dengan 1-2 sendok makan per lubang tanam untuk mencegah gangguan dari rayap atau semut. Setelah itu, dengan hati-hati, keluarkan bibit dari polibag. Pastikan tanah dalam polibag tidak pecah. Caranya, sobek polibag terlebih dahulu dengan menggunakan pisau atau gunting.

b) Masukkan bibit ke dalam lubang tanam hingga mencapai batas leher akarnya.

c) Timbun kembali lubang yang berisi bibit dengan menggunakan tanah yang telah digali sebelumnya.

d) Padatkan perlahan tanah di sekitar pangkal batang bibit agar tanaman dapat tumbuh dengan tegak.

e) Terakhir, siram bibit menggunakan gembor untuk memberikan kelembaban yang diperlukan.

10. Pohon Rambutan

Pohon rambutan memiliki banyak cabang yang cenderung tumbuh secara mendatar. Mahkota daunnya tumbuh lebat. Buahnya berukuran besar dengan bentuk bulat hingga lonjong.

Kulit buah rambutan ditutupi oleh rambut atau bulu, yang bervariasi dari yang pendek hingga yang panjang. Warna kulit buah rambutan dapat beragam, termasuk kuning, merah, dan hijau kekuningan.

Rasa buahnya juga bervariasi, ada yang memiliki rasa masam hingga sangat manis.

Tanaman buah tropis ini asalnya berasal dari Indonesia dan memerlukan lingkungan yang mendukung agar dapat tumbuh optimal.

Salah satu faktor penting adalah kelembapan udara yang rendah. Rambutan juga membutuhkan paparan sinar matahari yang cukup.

Jika sinar matahari kurang, hal ini dapat mengakibatkan penurunan produksi buahnya.

Cara Menanam Pohon Rambutan

a) Gali kembali lubang tanam yang sudah disiapkan, lalu taburkan insektisida Furadan dengan dosis sekitar 10-20 gram atau setara dengan 1-2 sendok makan per lubang tanam. Ini bertujuan untuk mencegah gangguan dari rayap atau semut.

b) Sobek polibag bibit menggunakan pisau atau gunting, lalu keluarkan bibit dengan hati-hati agar akarnya tidak mengalami kerusakan. Pastikan bahwa tanah dalam polibag tidak mengalami kerusakan atau pecah.

c) Selanjutnya, masukkan bibit ke dalam lubang tanam hingga mencapai batas leher akarnya.

d) Timbun kembali lubang yang berisi bibit dengan menggunakan tanah yang sudah digali sebelumnya, dan padatkan tanah tersebut.

e) Jika diperlukan, pasang ajir untuk menopang batang bibit agar tumbuh dengan tegak.

f) Terakhir, siram bibit dengan menggunakan gembor untuk memberikan kelembaban yang dibutuhkan.

11. Pohon Sawo

Sawo adalah jenis pohon yang dapat tumbuh dengan ukuran besar dan menghasilkan banyak buah. Seluruh bagian dari tanaman ini memiliki getah. Batang kayunya, yang termasuk dalam famili Sapotaceae, memiliki sifat keras.

Cabang-cabangnya tumbuh cukup rapat. Daunnya berbentuk lonjong dengan ujung yang bisa meruncing atau tumpul.

Tajuk pohonnya yang rimbun dapat memberikan perlindungan dari sinar matahari yang menyengat. Bunga sawo tumbuh di antara daun-daunnya, sementara buahnya terbentuk menggantung pada tangkai buah.

Bentuk buahnya bisa bulat atau lonjong dengan permukaan kasar berwarna cokelat. Daging buahnya tebal, lembut, mengandung banyak air, dan memiliki getah. Rasanya manis dengan aroma khas.

Biji sawo berbentuk bulat memanjang atau bulat pipih, berwarna hitam mengkilap, dan memiliki dua lapisan. Sawo dapat ditanam dengan mudah, baik di lahan terbuka maupun dalam pot.

Tanaman ini dapat tumbuh dengan baik jika mendapatkan cukup sinar matahari, tetapi juga dapat bertahan dalam kondisi teduh atau naungan.

Cara Menanam Pohon Sawo

a) Persiapkan lubang tanam dengan menggali kembali lubang yang telah disiapkan sebelumnya, kemudian taburkan insektisida (Furadan) dengan dosis 10-20 gram atau 1-2 sendok makan per lubang tanam untuk menghindari gangguan dari rayap atau semut.

b) Keluarkan dengan hati-hati bibit dari polibag, usahakan agar tanah di dalam polibag tidak rusak. Cara melakukannya adalah dengan merobek polibag dan kemudian mengeluarkan bibit dengan menggunakan pisau atau gunting.

c) Letakkan bibit ke dalam lubang tanam hingga mencapai batas leher akarnya, lalu tutup kembali dengan tanah yang sudah digali dan padatkan.

d) Jika diperlukan, pasang ajir (tongkat penopang) untuk mendukung batang bibit agar tumbuh dengan tegak.

e) Siram bibit dengan menggunakan gembor untuk memberikan air yang cukup.

12. Pohon Srikaya

Tanaman srikaya memiliki preferensi terhadap iklim panas daripada yang terlalu dingin atau berhujan lebat, meskipun mampu beradaptasi dengan baik dalam iklim yang lembap.

Selain itu, srikaya tidak begitu menyukai tempat yang terlalu terbuka. Oleh karena itu, tanaman ini memerlukan naungan agar hanya menerima sekitar 50-60% sinar matahari.

Srikaya, yang sering dianggap sebagai saudara kembar sirsak, memiliki tajuk yang indah dan cocok untuk ditanam di kebun atau sebagai tanaman hias halaman.

Selain itu, keluarga Annonaceae ini memiliki rasa manis yang lezat, mudah berbuah, dan produktif.

Salah satu varietas unggul srikaya yang dikenal luas oleh masyarakat adalah srikaya jumbo, juga dikenal sebagai varietas baru srikaya.

Srikaya jumbo memiliki tumbuhan yang kuat dengan daun yang lebih besar dan buah yang lebih besar dibandingkan dengan varietas lokal.

Buahnya memiliki berat sekitar 800 gram per buah, sementara varietas srikaya lokal hanya sekitar 100-200 gram per buah.

Selain itu, srikaya jumbo memiliki sedikit biji dan memiliki rasa manis segar yang lembut dan beraroma. Varian baru ini juga memiliki sifat mudah berbuah dan adaptif untuk ditanam baik di dataran rendah maupun dataran tinggi.

Srikaya jumbo dapat mulai berbuah saat berumur satu tahun, sedangkan varietas lain seperti srikaya mini, gading, dan gundul baru biasanya memerlukan waktu 1,5-2 tahun sebelum mulai berbuah.

Selain itu, daging buahnya sangat halus dengan jumlah biji yang relatif sedikit.

Cara Menanam Pohon Srikaya

a) Persiapkan benih.

b) Kembali menggali lubang tanam yang sudah disiapkan, lalu sebarkan insektisida (Furadan) sebanyak 10-20 gram atau 1-2 sendok makan per lubang tanam.

c) Keluarkan benih dari polibag dengan merobeknya menggunakan pisau atau gunting. Lakukan ini dengan hati-hati agar akar tidak rusak dan tanah dalam polibag tidak terpecah.

d) Tempatkan benih ke dalam lubang tanam hingga mencapai leher akar, lalu tutup lubang kembali dengan tanah yang sudah digali dan padatkan.

e) Bila diperlukan, pasang penopang (ajir) untuk menyangga batang benih agar tumbuh secara tegak.

f) Siram benih menggunakan gembor atau alat penyiraman yang sesuai.

13. Pohon Sirsak

Tanaman sirsak memiliki bentuk perdu yang khas. Pohon sirsak memiliki ciri unik dengan tajuknya yang bercabang hampir dari pangkalnya.

Batangnya kuat namun kecil, kokoh, dan mudah retak. Sistem akarnya terdiri dari akar tunggang dan akar samping yang kuat serta dalam.

Secara umum, buahnya berbentuk lonjong dengan ujung yang melengkung. Kulit buahnya berwarna hijau kekuningan dan bersinar.

Daging buahnya lembut, berserat, berwarna putih, dan mengandung biji hitam. Rasanya segar, manis, dan terasa lengket di lidah, sementara daging buahnya agak kering.

Aromanya sangat harum. Salah satu varietas unggulan yang berpotensi untuk pengembangan dan perbaikan adalah sirsak ratu, yang biasanya ditemukan di daerah Jawa Barat.

Jenis tanaman ini mudah untuk dibudidayakan dan tidak memerlukan perhatian khusus.

Cara Menanam Pohon Sirsak

a) Taburkan insektisida (Furadan) ke dalam lubang tanam yang telah digali untuk mencegah gangguan rayap atau semut dengan dosis 10-20 gram atau sekitar 1-2 sendok makan per lubang tanam.

b) Buka polibag tempat bibit dengan hati-hati menggunakan pisau atau gunting, lalu perlahan keluarkan bibitnya. Pastikan akar bibit tidak rusak dan tanah dalam polibag tidak pecah.

c) Tempatkan bibit ke dalam lubang tanam hingga mencapai tingkat leher akar, kemudian tutup kembali lubang dengan tanah yang telah digali tadi dan padatkan di sekitar pangkal batang bibit.

d) Pasang tali penopang (ajir) untuk mendukung pertumbuhan tegak batang bibit.

e) Sirami bibit dengan menggunakan gembor.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *